Dalam hal mencegah dan mengobati penyakit tulang seperti osteoporosis, peran vitamin sangatlah efektif. Menurut Mayo Clinic, tercukupinya kebutuhan vitamin D dapat mencegah hipertensi dan terlindung dari jenis kanker tertentu. Vitamin D juga membantu menurunkan berat badan bagi perempuan.
Dengan meningkatkan asupan vitamin D pada pasien jantung ternyata mampu mengurangi resiko kematian sebesar 60 persen sebab penyakit tersebut. Pernyataan tersebut berdasar sebuah studi berskala besar yang dimuat di American Journal of Cardiology yang dilakukan akhir-akhir ini.
Perlu anda ketahui, bahwa tubuh manusia saat terkena sinar matahari sebenarnya secara alami memproduksi vitamin D yang berupa hormon. Namun, bagaimana jika musim hujan tiba, mendung tiap hari.. matahari tiada menampakkan wajahnya? Kalau itu yang terjadi, memang hampir tidak mungkin untuk mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Begitu juga hal yang sama berlaku untuk orang-orang yang tinggal di rumah karena sakit atau yang pekerjaannya membuat mereka harus berada di dalam ruangan sepanjang hari.
Siapa sajakah sebenarnya yang memerlukan vitamin D?
a. Bayi yang menerima ASI eksklusif
ASI mungkin tidak memberikan kadar vitamin D yang cukup. Maka itu, American Academy of Pediatrics merekomendasikan suplemen vitamin D sebanyak 400 IU per hari.
b. Lansia
Para lansia tidak menyintesis vitamin D secara efektif daripada mereka yang lebih muda. Apalagi mereka yang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan.
c. Orang berkulit gelap
Pada mereka yang berkulit gelap, pigmen melanin dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk memproduksi vitamin D dari sinar matahari.
d. Obesitas
Lemak di dalam tubuh mengubah cara vitamin D dilepaskan ke dalam sistem.
source: mediaindonesia.com
Dengan meningkatkan asupan vitamin D pada pasien jantung ternyata mampu mengurangi resiko kematian sebesar 60 persen sebab penyakit tersebut. Pernyataan tersebut berdasar sebuah studi berskala besar yang dimuat di American Journal of Cardiology yang dilakukan akhir-akhir ini.
Perlu anda ketahui, bahwa tubuh manusia saat terkena sinar matahari sebenarnya secara alami memproduksi vitamin D yang berupa hormon. Namun, bagaimana jika musim hujan tiba, mendung tiap hari.. matahari tiada menampakkan wajahnya? Kalau itu yang terjadi, memang hampir tidak mungkin untuk mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Begitu juga hal yang sama berlaku untuk orang-orang yang tinggal di rumah karena sakit atau yang pekerjaannya membuat mereka harus berada di dalam ruangan sepanjang hari.
Siapa sajakah sebenarnya yang memerlukan vitamin D?
a. Bayi yang menerima ASI eksklusif
ASI mungkin tidak memberikan kadar vitamin D yang cukup. Maka itu, American Academy of Pediatrics merekomendasikan suplemen vitamin D sebanyak 400 IU per hari.
b. Lansia
Para lansia tidak menyintesis vitamin D secara efektif daripada mereka yang lebih muda. Apalagi mereka yang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan.
c. Orang berkulit gelap
Pada mereka yang berkulit gelap, pigmen melanin dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk memproduksi vitamin D dari sinar matahari.
d. Obesitas
Lemak di dalam tubuh mengubah cara vitamin D dilepaskan ke dalam sistem.
source: mediaindonesia.com





0 komentar:
Poskan Komentar